Your search results

Tahap Pertama Vivo Sentul Rampung Akhir 2017

Posted by dendympro on April 4, 2016
| 0

Jakarta – Pembangunan tahap pertama superblok Vivo Sentul, Bogor ditargetkan rampung akhir 2017. Di sisi lain, proyek besutan PT Megapolitan Developments Tbk itu menorehkan peningkatan harga hingga 30%.

Menurut Desi Yuliana, sales and marketing director PT Megapolitan Developments Tbk saat ini, Bogor memiliki permintaan yang besar untuk tempat usaha. Namun, permintaan tersebut belum dilengkapi dengan fasilitas kawasan superblok.

“Vivo Sentul hadir menyediakan properti yang diinginkan oleh konsumen yaitu kios Galleria @Kiosk Mall dan ruko Bizpark @Vivo Sentul,” kata dia kepada Investor Daily, dalam informasi tertulisnya, Minggu (6/3).

Dia menambahkan, pemancangan tiang pertama Vivo Sentul dilakukan awal Februari 2016. Tahap pertama proyek senilai Rp 750 miliar tersebut mencakup pusat perbelanjaan Vivo Mall, area kuliner Vivo Walk, kios Galleria @Kiosk Mall, dan ruko Bizpark @Vivo Sentul. “Megapolitan konsisten untuk membangun Vivo Mall, Galleria @Kiosk Mall, dan ruko Bizpark @Vivo Sentul di kawasan Vivo Sentul,” tukas Desi.

Vivo Sentul adalah sebuah konsep kawasan superblok yang mendukung kebutuhan masyarakat perkotaan. Proyek yang berdiri di atas lahan 17 hektare (ha) itu terintegrasi dengan fasilitas hunian, pusat perbelanjaan, komersial, kuliner, serta hiburan terbesar dan terlengkap di Sentul.

“Selain mendukung kebutuhan masyarakat perkotaan, Vivo Sentul hadir sebagai bentuk dedikasi perusahaan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Bogor,” papar dia.

Menurut Director Research & Advisory Cushman&Wakefield, Arief Rahardjo, properti di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) masih prospektif pada 2016. “Asalkan, sesuai dengan pangsa pasarnya,” kata dia, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, akhir pekan lalu.

Kawasan superblok terpadu Vivo Sentul, memiliki lokasi strategis yaitu hanya lima menit dari pintu tol Sirkuit Sentul Jagorawi. Proyek ini juga dapat diakses melalui jalan Raya Bogor yang menghubungkan dua kota, yaitu Jakarta dan Bogor.

Pada Januari 2016, proyek tersebut meraih penghargaan sebagai Top Property Award 2016. Penghargaan ini diberikan kepada Vivo Sentul berdasarkan hasil survei pilihan konsumen yang dilakukan oleh lembaga riset independen terkemuka di Indonesia, Frontier Consulting Group dan Majalah Property-In.

Harga Melonjak

Sementara itu, sejak diluncurkan, kios strata title Galleria @Kiosk Mall telah mengalami kenaikan harga lebih dari 30% menjadi Rp 70 juta per meter persegi (m2). Sedangkan Bizpark @Vivo Sentul menorehkan kenaikan lebih dari 20%.

Desi Yuliana mengungkapkan bahwa konsumen Galleria @Kiosk Mall dan ruko Bizpark @Vivo Sentul mendapatkan dua keuntungan. Pertama, memiliki unit usaha di lokasi yang strategis. “Dan, kedua, keuntungan potensi kenaikan harga investasi yang menarik sejak dipasarkan,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk Vivo Mall dan kios strata title Galleria @Kiosk Mall akan diramaikan oleh beberapa tenan ternama seperti CGV Blitz Cinema, Fun World, dan Centro Department Store. Lalu, ruko Bizpark @Vivo Sentul mempunyai fasilitas kawasan dan mal serta dilengkapi dengan keamanan 24 jam.

“Sedangkan Ruko Bizpark @Vivo Sentul memiliki dua tipe yaitu tipe dua lantai dan tipe tiga lantai dengan luasan bervariasi berkisar 122 m2 – 275 m2,” ujar Desi.

Sementara itu, selain pengembangan di wilayah Sentul, Megapolitan akan meluncurkan empat proyek terbaru di Cinere, Depok. Proyek itu mencakup dua hunian tapak dan dua hunian vertikal.

Keempat proyek tersebut dikembangkan berkesinambungan dengan pengembangan kawasan Centro Cinere seluas 15 ha yang dikembangkan sejak 2014.

“Sama seperti Vivo Sentul, Centro Cinere merupakan proyek kawasan mixed used superblok terpadu yang mengusung konsep gaya hidup modern, bisnis, kuliner, dan hiburan,” jelas Fanny S Sutanto, corporate secretary PT Megapolitan Developments Tbk.

Desi pernah mengatakan, pihaknya menggarap proyek properti superblok CBD Centro Cinere senilai Rp 11 triliun. Proyek properti di perbatasan kota Jakarta itu ditargetkan rampung seluruhnya pada 2018. Cinere dinilai menjadi salah satu kawasan properti yang sedang bertumbuh (sunrise property) di sekeliling Jakarta.

“Proyek superblok ini kami bangun secara bertahap. Saat ini, kami memasuki tahap kedua berupa dua menara apartemen senilai berkisar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun,” kata dia.

Perkembangan Cinere dapat terlihat dari moncernya pengembangan tahap pertama. Selain telah ludesnya apartemen di tahap pertama yang digulirkan sejak 2014, tren harganya juga terus meningkat. Untuk apartemen tahap pertama harganya sudah mencapai Rp 21 juta per m2 pada 2015. “Padahal, saat diluncurkan ke pasar baru sekitar Rp 9,5 per meter persegi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

  • Skype Button

    Hubungi langsung Lewat Skype
    Call me! - Bubun Mpro

    » Get Skype, call free!
  • Pencarian Properti